Langsung ke konten utama

Mau Pinjam Uang? Perhatikan Etika Meminjam Uang Pada Teman Berikut Ini

Etika meminjam uang pada teman

Selamat pagi, siang, sore atau malam dimanapun kamu membaca artikel ini. Bertemu lagi disini dengan Fend

Setiap orang pastinya memiliki kondisi finansial yang berbeda-beda. Tak jarang, kita dihadapkan pada situasi mendesak di mana kita membutuhkan uang tambahan. Saat hal itu terjadi, biasanya yang pertama kali kita pikirkan adalah meminjam uang pada teman ataupun kerabat terdekat.

Meminjam uang sah-sah saja untuk dilakukan, entah itu untuk kebutuhan pokok maupun melunasi cicilan. Apapun itu alasannya, etika meminjam uang perlu diperhatikan agar hubungan baik dengn teman atau kerabat terdekat tetap berjalan.

Jika saat ini Kalian berencana untuk meminjam uang, simak etika meminjam uang berikut ini yang dapat dijadikan acuan. Simak selengkapnya di bawah ini, ya!

7 Etika Meminjam Uang Pada Teman

1. Pahami Kondisi Finansial Diri Sendiri

Etika meminjam yang pertama adalah memahami kondisi finansial diri kamu sendiri. Hal ini perlu dilakukan guna menentukan jumlah uang yang akan dipinjam dan memberi pemahaman yang baik kepada teman Anda terkait masalah finansial yang tengah dihadapi.

Jangan sampai kita meminjam sejumlah uang melebihi dari yang dibutuhkan. Sebab, hal ini akan berdampak buruk pada keuangan kita. Salah satu diantaranya yaitu mengalami kesulitan dalam melunasi pinjaman.

2. Meminjam Uang Hanya Pada Saat Kondisi Darurat

Meminjam uang memang bisa dilakukan kapan saja selama ada yang bersedia untuk meminjamkan uang kepada kita. Meskipun begitu, alangkah baiknya Kalian meminjam pada saat kondisi darurat saja.

Etika meminjam uang yang kedua ini penting Kalian pahami. Terlalu sering meminjam uang tidak hanya berdampak buruk pada keuangan Kalian namun juga bisa membuat teman merasa kurang nyaman. Tentunya Kalian tidak ingin melihat teman atau kerabat perlahan-lahan menjauh begitu saja, bukan?

3. Menggunakan Bahasa yang Sopan

Penggunaan bahasa yang baik tidak hanya membantu kita untuk menyampaikan maksud yang ingin disampaikan, tapi juga bisa membuat lawan bicara kita memahami kondisi yang tengah kita alami.

Meskipun penggunaan bahasa yang sopan bukanlah jaminan memperoleh pinjaman, setidaknya dengan berlaku sopan kita bisa saling menghargai lawan bicara maupun diri sendiri.

4. Pahami Kondisi Finansial Teman

Etika meminjam uang berikutnya yaitu memahami kondisi finansial teman. Hal ini sama pentingnya dengan memahami kondisi finansial kita sendiri.

Pastikan Kalian berdiskusi terlebih dahulu terkait kondisi keuangan teman Kalian. Jika memang tidak memungkinkan untuk meminjam uang padanya, Kalian bisa mencari alternatif yang lain. Jangan sampai memaksa untuk meminjam padahal teman kita sedang berada di situasi yang sulit.

5. Memberitahu Waktu Pelunasan

Sebelum meminjam uang kepada teman, ada hal penting yang perlu Kalian pikirkan. Yakni terkait waktu pelunasan. Pikirkan dengan baik kapan kiranya Kalian bisa benar-benar melunasi pinjaman tersebut. 

Jangan sampai karena terdesak oleh keadaan Kalian justru melupakan kewajiban Kalian untuk mengembalikan dana tersebut. Jaga kepercayaan teman dengan baik, jangan sampai merusaknya begitu saja.

Jika Kalian tidak sanggup mengembalikannya sekaligus dalam 1 waktu, Anda dapat mengajukan cicilan beberapa kali yang akan dicicil tiap bulannya.

6. Buat Perjanjian Hitam di Atas Putih

Perjanjian hitam di atas putih atau lazim disebut MoU bisa Anda tempuh agar kesepakatan antara dua belah pihak dapat terjaga serta menghindari hal yang tidak diinginkan.

Di samping itu, melalui adanya pengajuan MoU bukan tidak mungkin teman Kalian akan percaya untuk meminjamkan uangnya.

MoU yang dibuat nantinya bisa berupa soft file dari hasil scan kertas berisikan perjanjian yang dibubuhi tanda tangan di atas materai. 

7. Jangan Lupa Mengucapkan Terima Kasih

Terima kasih adalah salah satu basic manner. Jika kita bersikap baik pada orang lain, bukan tidak mungkin mereka juga akan memperlakukan kita demikian. Oleh karenanya, jika Kalian memperoleh pinjaman maupun penolakan, tetaplah berlaku sopan dan ucapkan terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Tablet yang Cocok untuk Mahasiswa Desain Grafis

Rekomendasi tablet yang cocok untuk desain Mahasiswa jurusan desain pastinya membutuhkan perangkat yang dapat meningkatkan kreativitas dan produktivitas mereka. Salah satu perangkat penting dalam dunia desain adalah tablet. Tablet memungkinkan mahasiswa desain untuk menggambar, merancang, dan menyelesaikan proyek-proyek mereka secara efisien di mana pun mereka berada tanpa perlu membawa PC kemana saja. Dengan tablet seorang mahasiswa bisa mengerjakan tugasnya di Cafe atau tempat nyaman lainya. Dalam artikel ini, fend.my.id akan memberikan rekomendasi tablet yang cocok untuk mahasiswa desain, dengan mempertimbangkan kinerja, presidi, kemampuan stylus, dan kebutuhan desain lainnya 1. Apple iPad Pro (2021) Apple iPad pro (2021) Di urutan pertama tentunya ada dari produk Apple. Apple iPad Pro adalah salah satu tablet terbaik yang dapat membantu mahasiswa desain dalam menjalankan aplikasi desain seperti Adobe Creative Cloud, Procreate, atau Affinity Designer. iPad Pro hadir dengan layar Li

Sejarah yang Menginspirasi di Balik Logo Nike "Swoosh"

Logo Nike "Swoosh" adalah salah satu ikon desain grafis yang paling dikenal di seluruh dunia. Tapi tahukah Anda bagaimana sejarah logo ini dimulai dan apa maknanya? Dalam artikel ini, kita akan mengungkap kisah menarik di balik logo Nike "Swoosh" yang menjadi simbol keberhasilan dan inspirasi. Carolyn Davidson Pada tahun 1971, seorang mahasiswa desain grafis bernama Carolyn Davidson dipekerjakan oleh pendiri Nike, Phil Knight. Pada saat itu, Nike masih merupakan perusahaan baru yang bergerak di bidang sepatu olahraga. Phil Knight ingin menciptakan logo yang sederhana dan mudah diingat untuk mereknya yang baru. "Swoosh" Desain 1971 Carolyn Davidson menghabiskan waktu sekitar 17,5 jam untuk menciptakan desain yang akhirnya dikenal sebagai "Swoosh". Desain tersebut terinspirasi oleh gerakan dinamis, kecepatan, dan kebebasan. "Swoosh" yang melengkung dan tegas ini menggambarkan pergerakan yang kuat, seolah-olah merepresentasikan atlet yang

Mengetahui Asal-usul Meme di Internet

Troll face meme Meme di internet punya sejarah tersendiri di dunia, mulai dari gambar hamster berjoget hingga meme-meme berbau politik era kini. Bahkan ada meme tertentu yang dilarang di beberapa negara. Limor Shifman dalam bukunya, ‘Memes in Digital Culture’, menjelaskan ‘meme internet’ sebagai item digital. Namun tidak semua bentuk item digital disebut meme. “Meme internet adalah item-item digital dengan kesamaan karakteristik konten, bentuk, dan/atau pendirian, yang dibuat dengan kesadaran satu sama lain, serta diedarkan, ditiru, dan/atau diubah via internet oleh banyak penggunanya,” tulis Shifman. Meme lekat dengan sifat viral di internet, bisa gambar atau video. Namun, tak semua konten viral adalah meme. Konten viral hanya terdiri dari satu unit item dan diperbanyak, sedangkan meme internet bukan hanya bergantung pada satu unit item, melainkan ada jalinan satu sama lain. Ciri-ciri video meme yang bukan sekadar video viral adalah mengandung humor, simpel, repetitif, dan konyol. Unt