Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Saja Sih Prinsip - Prinsip Desain Grafis?

Apa Saja Sih Prinsip - Prinsip Desain Grafis? - Selamat pagi, siang, sore atau malam dimanapun kamu membaca artikel ini. Bertemu lagi disini dengan Fend. Setelah kemarin admin membuat artikel singkat tentang Jenis - jenis desain grafis. Kali ini admin membagikan kelanjutan dari artikel kemarin.

Baca juga : 

Gb. Apa saja prinsip desain grafis?

Dalam membuat suatu desain, kita harus selalu memperhatikan prinsip-prinsip dasar desain grafis agar hasil dan pesan yang ingin disampaikan bisa tersampaikan dengan baik dan sesuai keinginan.

Berikut merupakan 5 prinsip dasar desain grafis.


1. Keseimbangan (Balance)
Keseimbangan merupakan poin penting dalam kesuksesan desain grafis. Keberhasilan sebuah desain ditentukan oleh keseimbangan dalam penyajian gambar, warna, kontras dan lainnya. Agar mendapat keseimbangan yang sempurna, hal yang bisa dilakukan adalah mengatur berat visual masing-masing elemen.

Secara garis besar keseimbangan dalam desain grafis dibagi menjadi dua bagian yaitu:

Keseimbangan Simetris
Keseimbangan simetris terjadi apabila berat visual yang disajikan dari masing–masing elemen terbagi secara merata baik segi vertikal, horizontal maupun radial. Gaya seperti mengandalkan keseimbangan berupa dua elemen yang hampir sama dengan sisi yang berbeda.

Keseimbangan Asimetris
Kebalikan dari keseimbangan simetris, keseimbangan jenis ini tidak terpaku pada kesamaan berat visual dari elemen desain. Terkesan tidak merata di poros tengah halaman. Gaya seperti ini mengandalkan permainan seperti skala,  kontras dan warna untuk mencapai keseimbangan dengan tidak beraturan.


2. Kesatuan (Unity)
Secara defintif kesatuan berati “kesinambungan antara beberapa elemen yang tampak tidak menyatu dan harmonis dalam sebuah desain”. Kesatuan memiliki peran yang penting dalam penyajian informasi. Dalam branding dikatakan bahwa kesatuan dapat membentuk karakter, memunculkan suatu ingatan dan menciptakan perbedaan. Bisa kita lihat dari beberapa perusahaan di Indonesia. Mereka menggunakan strategi warna untuk menjadi karakter brand mereka agar dapat dikenali dan dibedakan oleh konsumen nantinya.

3. Ritme (Rhythm)
Ritme dalam desain grafis mengacu dalam pengulangan unsur visual dengan jarak tertentu yang menciptakan suatu pola atau tekstur pada desain. Irama ini dapat muncul atau diciptakan melalui repitisi dan visual. Reptisi merupakan penyusunan unsur visual yang diulang secara konsisten, visual sendiri memiliki arti pengulangan unsur visual yang disertai dengan perbuahan ukuran,  bentuk, ataupun posisi. Contoh dari irama adaah gerak ombak laut, dan kaca-kaca jendela bangunan tinggi.

4. Prioritas dan Penekanan
Dalam menyampaikan pesan dalam desain, terdapat informasi yang harus diutamakan dibanding dengan informasi lainnya. Dalam desain sendiri perlu menekankan unsur-unsur visual. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan diantaranya adalah penggunaan huruf yang tebal dan lebih besar, pemberian kontras, atau gerakan yang kontra. Istilah dari penekanan atau focal point merupakan penonjolan dari suatu elemen visual untuk menarik perhatian komunikan. Maksud dari pemberian penekanan pada desain sendiri adalah untuk mengurangi kejenuhan.

5. Proporsi
Proporsi adalah perbandingan dimensi bentuk yang merupakan hubungan antara satu elemen dengan elemen lainnya. proporsi dapat diartikan sebagai perubahan ukuran tanpa perubahan ukuran panjang, lebar maupun tinggi sehingga gambar dengan perubahan proposi sering terlihat distorsi.

Posting Komentar untuk "Apa Saja Sih Prinsip - Prinsip Desain Grafis? "