Langsung ke konten utama

Hati-Hati! Modus Baru Penipuan Online Berkedok Part Time Job

Fend.my.id - Modus penipuan kerja kemitraan (part time job) masih banyak terjadi hingga sekarang. Oknum penipu ini mencari para korbannya dengan iming-iming memberi komisi besar di awal. 

Penipuan online berkedok part time job

Pada tulisan kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya mendapat Part Time Job yang menurut saya terbilang tidak wajar. Oleh karena itu saya ingin membagikan kepada kalian melalui artikel ini.

1. Penipuan kerja paruh waktu online

Beberapa hari yang lalu saya mendapat pesan melalui aplikasi WhatsApp. Pesan dengan pengirim menggunakan nomor kode asal Amerika yakni '+1'. Pesannya bertuliskan seperti di bawah ini.

Penipuan Part Time Job Melalui Whatsapp

Oknum ini menawarkan job dengan bayaran mulai dari 30 ribu rupiah sampai 3 juta rupiah untuk pekerjaan mencari alamat tertentu di aplikasi google maps kemudian meminta untuk memberi ulasan dan screenshoot hasil pencarian tadi.

Setelah saya memberikan hasil screenshoot tadi saya di minta menghubungi seseorang lewat aplikasi telegram yang dia sebut sebagai admin.

Setelah saya menghubungi lewat telegram oknum ini meminta data nama, umur, dan nomor rekening. Lalu oknum ini memberikan bayaran tugas untuk pekerjaan pertama yang saya kerjakan sebesar 30 ribu rupiah ke nomor rekening saya.

Sampai sini saya merasa aman-aman saja karena terbukti membayar dan lagi pula data yang saya berikan juga tidak begitu memiliki resiko untuk di salah gunakan.

Setelah membayar oknum ini memasukan saya ke grup di Telegram yang berisi banyak member, oknum ini memberikan tugas berikutnya dengan bayaran sebesar 9 ribu rupiah per tugas dan akan dibayarkan sekaligus setelah mengerjakan sampai lima tugas.

Sampai saya selesai mengerjakan tugas yang ke empat hal yang tidak wajar adalah ketika tugas kelima ini harus melakukan deposit saldo. Deposit yang diharuskan mulai dari 400 ribu, saya mulai curiga dan langsung chat oknum yang memberikan tugas tadi bahwa saya tidak bisa melakukan deposito dan alhasil saya langsung dikeluarkan dari grup telegram tadi. Mungkin jika saya menuruti melakukan deposito sebesar 400 ribu tadi uang saya akan hilang oleh oknum ini, begitu batin saya ketika langsung di keluarkan dari grup telegram tadi.

Untuk menghindari terjadinya penipuan seperti ini ada baiknya kalian perlu memahami beberapa ciri-ciri penipuan job part time ini.

2. Ciri-ciri penipuan kerja paruh waktu

1. Menghubungi calon korban secara acak

Oknum ini akan menghubungi para calon korban secara random, biasanya via aplikasi chat seperti WhatsApp. Kalian bisa mendapatkan pesan tersebut walaupun tidak melakukan registrasi atau melamar pekerjaan di sebuah tempat.

Menghubungi Calon Korban Secara Acak

Mereka akan mengaku bekerja dari sebuah perusahaan dan tidak jarang kamu bisa menemukan perusahaan tersebut di internet. Nomor yang digunakan bisa berupa nomor dari provider Indonesia maupun nomor dengan kode dari negara lain.

Saat mengirim dengan menggunakan kode nomor negara lain, mereka akan menggunakan bahasa Indonesia yang sedikit kaku. Cara ini untuk meyakinkan calon korbannya bahwa dia bukan pengguna bahasa Indonesia asli.

2. Menawarkan pekerjaan yang mudah dengan imbalan menarik

Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh oknum kejahatan tersebut adalah menawarkan pekerjaan freelance / paruh waktu kepada calon korbannya. Pekerjaan yang ditawarkan sangat mudah tanpa membutuhkan keahlian khusus.

Tugas yang diberikan cukup mudah, hanya perlu mem-follow dan memberikan like pada sebuah akun media sosial. Akun media sosial itu pun sudah dirancang untuk membuat calon korbannya lebih percaya.

Menariknya, pekerjaan tersebut menjanjikan imbalan yang menarik dan bisa dilakukan saat itu juga. Hal ini membuat banyak orang tertarik untuk menerima tawarannya.

3. Meminta masuk ke dalam grup aplikasi berkirim pesan

Korban yang tertarik dan bersedia melakukan tugas tersebut akan diminta terlebih dulu masuk ke dalam grup chat yang ada di aplikasi Telegram. Setelah masuk ke dalam grup, korban akan diberikan arahan tentang tugas yang harus dikerjakan.

Grup tersebut akan berisi ratusan akun yang mungkin adalah korban dan sindikat pelaku kejahatan tersebut. Topik obrolan yang dibicarakan di dalam grup pun cukup meyakinkan. Kamu akan menemukan tips dalam melakukan pekerjaan hingga pembayaran komisi dari tugas.

4. Akan dapat imbalan komisi / reward yang menarik

Korban yang sudah diberikan tugas hanya perlu menyelesaikan semua pekerjaan yang diminta. Pekerjaan tersebut pun bisa diselesaikan korban dengan waktu cepat. Korban akan diminta screenshot pekerjaannya sebagai bukti.

Reward atas pekerjaan pun akan didapatkan dalam tempo yang sebentar setelah pekerjaan selesai. Sayangnya, hal ini hanyalah sebuah trik supaya korban tetap percaya dengan modus kejahatan yang dijalankan.

5. Meminta untuk mentransfer uang deposit

Oknum pelaku kejahatan pun akan memberikan pekerjaan tambahan (mereka sebut Tugas Prabayar) dengan reward yang lebih besar. Namun, ada beberapa syarat yang perlu dilakukan oleh korban untuk mendapatkan pekerjaan ini.

Korban diminta untuk mentransfer sejumlah uang ‘deposit’ ke rekening pelaku. Jika tidak, maka reward-nya akan kembali turun ke nominal awal. Lalu korban langsung mendapatkan reward masuk ke rekeningnya sehingga korban tambah percaya.

Selanjutnya, korban diminta untuk mentransfer lagi sejumlah uang yang lebih besar dari sebelumnya, dengan iming-iming mendapatkan reward lebih besar dari sebelumnya. Tetapi reward yang dijanjikan tidak didapatkan, dengan dalih ada tugas tambahan, dan jika ingin mendapatkan reward-nya harus transfer dengan nominal lebih besar lagi.

6. Komisi imbalan tidak kunjung ditransfer

Pada awal-awal pengerjaan tugas, pembayaran reward lancar dan cepat. Namun, hal ini akan berubah setelah beberapa kali pekerjaan. Oknum pelaku akan terus menunda pembayaran komisi dengan banyak alasan yang dipakai.

Alasan yang biasa dipakai adalah penambahan pekerjaan yang perlu diselesaikan. Malahan, penundaan pembayaran ini ditambah dengan permintaan untuk mentransfer uang guna mendapatkan pekerjaan tambahan lainnya.

Dan akhirnya karena korban tidak bisa memenuhi tugas untuk mentransfer sejumlah uang yang diinginkan pelaku, pelaku berdalih kalau tugas-tugas yang diberikan tidak diselesaikan oleh korban, sehingga membuat uang yang sudah di transfer tidak bisa kembali.

Korban yang sudah merasa curiga pun akan mulai mempertanyakan kejelasan dari pembayaran komisi. Jika hal ini terjadi, pelaku kejahatan akan mengeluarkan korban dari grup dan memblokir nomornya.

Mengingat penipuan ini dilakukan secara berkelompok, korban akan sulit melacak pelaku kejahatan. Nomor bank yang digunakan pun bisa sangat banyak dengan nama yang berbeda-beda.

3. Cara menghindari penipuan kerja paruh waktu

1. Abaikan penawarannya

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan untuk terhindar dari modus kejahatan ini adalah mengabaikannya. Artinya, kamu tidak perlu membalas pesan yang dikirimkan oleh pelaku kejahatan tersebut. Terlebih lagi jika kamu tidak merasa melamar pekerjaan tersebut.

2. Bertanya dengan detail

Semua hal yang kelihatan menarik kadang menyimpan sesuatu di dalamnya. Karena itu, kamu perlu bertanya lebih jauh tentang semua detail dari pekerjaan, imbalan, dan pembayarannya.

Bukan hanya itu, kamu pun perlu bertanya tentang orang yang bertanggung jawab atas semua kegiatan yang kamu lakukan. Pasalnya, kamu tidak bertemu dengan orang tersebut secara langsung.

3. Cek kebenaran informasi dan si pemberi kerja

Kamu akan memiliki kesempatan untuk mencari informasi saat ditawari pekerjaan tersebut. Cek semua kebenaran dari yang diucapkan oleh pemberi kerja. Kamu bisa mencari tahu kebenaran perusahaan tempatnya bekerja termasuk media sosialnya.

Tidak ada salahnya juga kamu mencari tahu nomor ponsel yang digunakan. Kamu bisa mencari tahu dengan memanfaat aplikasi atau website di internet.

4. Tolak untuk mentransfer dana

Lowongan pekerjaan yang benar tidak akan memungut uang dari para kandidatnya. Pemberi kerja malah diwajibkan untuk membayar gaji, komisi, atau imbalan apa pun kepada orang yang membantu menyelesaikan pekerjaan darinya.

Jika pemberi kerja mulai meminta dana yang perlu ditransfer di awal, kamu bisa menyudahi perjanjian kerja. Segera laporkan praktik penipuan ini kepada pihak yang berwajib



Komentar

  1. Ah iya, saya pernah juga dapat wa seperti itu. Tapi belum pernah sampai mengerjakan tugasnya. Hanya satu dua kali tanya dan tidak dilanjutkan. Malas meladeninya 🤭

    BalasHapus
  2. Weslah, kalau suruh tf2 gitu atau bayarannya tidak masuk akal fix penipuan. Lebih baik cari kerja yang pasti-pasti aja.

    BalasHapus
  3. Informasi yang menarik bagi yang mencari kerja paruh waktu via online.

    BalasHapus
  4. Kiranya langkah teraman memang mengabaikan saja ya, klo mendadak ada tawaran serupa itu.Daripada bermasalah 'kan?

    BalasHapus
  5. WA sekarang suka semakin rawan penipuan. Suka ada aja pesan dari yang gak dikenal. Jadi harus semakin waspada. Apalagi kalau kasih link gitu. Lagian memang aneh sih kalau nawarin kerja, tapi kita dulu yang harus transfer uang.

    BalasHapus
  6. Saya juga mengalami beberapa kali dikirimi WA yang menawarkan pekerjaan part time serupa. Sekilas memang menggiurkan tapi memang tidak realistis.
    Harus hati-hati sekali ya dengan maraknya penipuan seperti ini. Sayangnya beberapa teman sudah ada yang terkena jebakan ini

    BalasHapus
  7. bener banget, temenku ada beberapa yang termakan godaannya karena pembayaran pertamanya sangat cepat dan gampang tapi setelah itu langsung deh diminta transfer dan sebagainya. Masa iya kita ngerjain tugas malahan kita yang bayar kan ya

    BalasHapus
  8. Wah....
    beberapa hari yang lalu saya dapat pesan ini, dan pesannya sama bener. Nama nya lani juga.
    Pas nerima pesan tawaran itu sudah mulai curiga, karena saya tidak melamar pekerjaan dan herannya tahu no dari mana. Tapi langsung saya block karena pasti penipuan ini.

    BalasHapus
  9. Duh iya nih makin marak saja. Salah satunya modus ini yang membuat geram. Biasanya dibuka dengan kata salam tanpa kelanjutan. Nanti sudah kita balas baru template tulisan mereka keluarkan.

    BalasHapus
  10. caranya memang dengan mengabaikan penawaran yang nggak penting itu ya kak, atau kalau memang mau bekerja dengan sistem yang sama mending dengan beberapa agency yang memang sudah kita kenal track recordnya selama ini

    BalasHapus
  11. Kerjaan semacam ini konon katanya juga mulai rame di web pencari kerja. Kasihan, mana yang kena tu apalagi orang yang emang benar-benar butuh duit lagi. Dah lah capek-capek ngerjain, eh, malah dikerjain.

    BalasHapus
  12. Waah iya tuh sering banget dapat WA begini. Kalau aku sebelum balas, aku cek lagi di google terutama di linkedin nama dan perusahaan yang ditulis. Dari pengalaman sih gak ada yang sesuai :D jadi ya gak pernah aku balas...

    BalasHapus
  13. Metode penipuan untuk memperbesar kemungkinan berhasil bisa dilihat dari cara awal menghubungi, penipu sengaja menawarkan dengan cara yang tidak proper dan bagi yang terjebak maka kemungkinan tidak sadar akan hal-hal aneh. Makanya kalau dari awal sudah ada tawaran yang tidak jelas, tidak usah kita hiraukan

    BalasHapus
  14. Penipu ini menggunakan banyak cara untuk menipu, ya.
    Kita memang harus hati-hati, jangan sampai terpancing, mengerjakan pekerjaan yang mudah tapi bayarannya lumayan, apalagi minta deposit.

    BalasHapus
  15. Wah iya ini belakangan marak, beberapa teman udah ada yang kena juga. Tapi ada juga yang balas ngisengin pas udah terima duitnya, kerjaan kali kesekian dia gak mau ngerjain.
    Tapi ya gitu dkimaki2 ma penipunya, kata2 di bonbin keluar semua, katanya.
    Ada2 aja orang menipu zaman sekarang. Apalagi data2 kita kyk udah nhebar khususnya no Hp.
    Kitanya juga kudu waspada ya jangan sampai tertipu.

    BalasHapus
  16. Sering banget dapet pesan begitu dari stranger, dan well hal yang aku lakukan adalah mengabaikannya. Tapi bisa jadi banyak yang menjadi korban karena kan iming iming mereka gaji gede, cepet cair, dan kerja mudah.

    BalasHapus
  17. Aku tim yg gak pernah ambil kerjaan kalo ga dari yg kita kenal.. soalnya kalo ga kenal pas waktunya bayaran lama gabisa dikonfirmasi bolak balik wkwkwk

    BalasHapus
  18. Pokoknya kalau ada orang atau nomor gak dikenal mending ga usah diangkat ataupun dibuka pesannya langsung block dan report

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Tablet yang Cocok untuk Mahasiswa Desain Grafis

Rekomendasi tablet yang cocok untuk desain Mahasiswa jurusan desain pastinya membutuhkan perangkat yang dapat meningkatkan kreativitas dan produktivitas mereka. Salah satu perangkat penting dalam dunia desain adalah tablet. Tablet memungkinkan mahasiswa desain untuk menggambar, merancang, dan menyelesaikan proyek-proyek mereka secara efisien di mana pun mereka berada tanpa perlu membawa PC kemana saja. Dengan tablet seorang mahasiswa bisa mengerjakan tugasnya di Cafe atau tempat nyaman lainya. Dalam artikel ini, fend.my.id akan memberikan rekomendasi tablet yang cocok untuk mahasiswa desain, dengan mempertimbangkan kinerja, presidi, kemampuan stylus, dan kebutuhan desain lainnya 1. Apple iPad Pro (2021) Apple iPad pro (2021) Di urutan pertama tentunya ada dari produk Apple. Apple iPad Pro adalah salah satu tablet terbaik yang dapat membantu mahasiswa desain dalam menjalankan aplikasi desain seperti Adobe Creative Cloud, Procreate, atau Affinity Designer. iPad Pro hadir dengan layar Li

Sejarah yang Menginspirasi di Balik Logo Nike "Swoosh"

Logo Nike "Swoosh" adalah salah satu ikon desain grafis yang paling dikenal di seluruh dunia. Tapi tahukah Anda bagaimana sejarah logo ini dimulai dan apa maknanya? Dalam artikel ini, kita akan mengungkap kisah menarik di balik logo Nike "Swoosh" yang menjadi simbol keberhasilan dan inspirasi. Carolyn Davidson Pada tahun 1971, seorang mahasiswa desain grafis bernama Carolyn Davidson dipekerjakan oleh pendiri Nike, Phil Knight. Pada saat itu, Nike masih merupakan perusahaan baru yang bergerak di bidang sepatu olahraga. Phil Knight ingin menciptakan logo yang sederhana dan mudah diingat untuk mereknya yang baru. "Swoosh" Desain 1971 Carolyn Davidson menghabiskan waktu sekitar 17,5 jam untuk menciptakan desain yang akhirnya dikenal sebagai "Swoosh". Desain tersebut terinspirasi oleh gerakan dinamis, kecepatan, dan kebebasan. "Swoosh" yang melengkung dan tegas ini menggambarkan pergerakan yang kuat, seolah-olah merepresentasikan atlet yang

Mengetahui Asal-usul Meme di Internet

Troll face meme Meme di internet punya sejarah tersendiri di dunia, mulai dari gambar hamster berjoget hingga meme-meme berbau politik era kini. Bahkan ada meme tertentu yang dilarang di beberapa negara. Limor Shifman dalam bukunya, ‘Memes in Digital Culture’, menjelaskan ‘meme internet’ sebagai item digital. Namun tidak semua bentuk item digital disebut meme. “Meme internet adalah item-item digital dengan kesamaan karakteristik konten, bentuk, dan/atau pendirian, yang dibuat dengan kesadaran satu sama lain, serta diedarkan, ditiru, dan/atau diubah via internet oleh banyak penggunanya,” tulis Shifman. Meme lekat dengan sifat viral di internet, bisa gambar atau video. Namun, tak semua konten viral adalah meme. Konten viral hanya terdiri dari satu unit item dan diperbanyak, sedangkan meme internet bukan hanya bergantung pada satu unit item, melainkan ada jalinan satu sama lain. Ciri-ciri video meme yang bukan sekadar video viral adalah mengandung humor, simpel, repetitif, dan konyol. Unt