Langsung ke konten utama

Cara Belajar Desain Grafis Secara Otodidak

Sistem pendidikan yang fleksibel membuat semua ilmu bisa dipelajari di luar sekolah, baik formal maupun non formal. Begitu pula dengan belajar desain grafis. Untuk kamu yang penasaran dan ingin belajar desain grafis secara otodidak, semuanya akan fend.my.id jelaskan berikut ini!

Belajar desain grafis

Cara Belajar Desain Grafis Secara Otodidak

Bagaimana cara belajar desain grafis? Segera simak informasinya berikut ini!

1. Pahami dasar-dasar desain

Untuk membuat desain yang bagus, seorang desainer grafis perlu mempelajari berbagai elemen dasar di dalam grafis. Beberapa elemen tersebut diantaranya pemilihan warna, tipografi, simbol, serta grid system.

Kamu bisa mempelajari dasar desain grafis lebih detail di link berikut 7 Unsur Desain Grafis

2. Manfaatkan halaman pencarian atau Google

Kesulitan saat mendesain? Kamu mungkin butuh bantuan. Jika memang menemui kesulitan, kamu bisa bertanya pada orang-orang di sekitarmu yang lebih mengerti agar mereka bisa menolong. 

Namun apabila kamu belajar secara otodidak, kamu bisa bertanya pada Google. Ketiklah pertanyaan secara spesifik, sesuai dengan kesulitan yang kamu hadapi, agar kamu mendapatkan jawaban sesuai keinginan.

3. Kumpulkan desain yang menginspirasi

Dengan mengumpulkan desain-desain yang menginspirasi atau kamu anggap menarik, Kamu akan mendapatkan inspirasi. Sumbernya pun bisa bermacam-macam, mulai dari majalah cetak, media sosial, hingga Pinterest atau Behance.  Jika melakukan ini, kamu secara tidak langsung mendapat inspirasi desain yang akan kamu buat di masa depan. 

4. Bedah proses desain

Setelah mengumpulkan desain, selanjutnya kamu perlu membedah satu per satu desain tersebut, mulai dari warna yang digunakan, simbol-simbol yang dimasukkan, hingga proses pembuatan sebuah desainya.

Dengan Kamu rutin membedah desain, kamu akan semakin memahami desain grafis lebih dalam. Selain itu, melakukan bedah proses desain juga bisa memungkinkan kamu untuk memahami langkah-langkah yang diperlukan untuk menghasilkan karya. Terus bedah setiap desain agar sisi kreatif kamu bekerja.

5. Buat ulang desain yang dianggap terbaik

Selanjutnya, cara belajar desain grafis secara otodidak, yaitu membuat ulang desain yang kamu anggap terbaik dan desain yang telah melalui proses pembedahan tadi. Pasalnya, setiap desain yang bagus sebenarnya berawal dari banyak trial and error. Makanya, akan lebih baik jika kamu mencoba membuat ulang desain-desain tersebut.

Selain itu, kamu juga bisa belajar dan mengikuti tutorial desain yang kini banyak tersedia di YouTube atau situs desain lainnya. Biasanya ada langkah-langkah simpel yang bisa kamu ikuti agar lebih mudah belajar. Ingat untuk menguasainya kamu harus berproses, tidak bisa instan. Kuncinya kamu harus tetap sabar dan terus berlatih.

6. Pilih dan pelajari tools atau program desain

Untuk belajar desain grafis, kamu perlu menguasai tools yang diperlukan untuk menunjang karier desain grafis. Para desain grafis biasa memanfaatkan tools sebagai berikut untuk membuat sebuah desain. Beberapa contoh di antaranya adalah Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, ataupun Corel Draw.

7. Pelajari dengan benar dasar-dasar warna

Warna merupakan unsur yang tidak kalah penting dalam belajar desain grafis. Warna dapat memberi makna dan tema pada sebuah desain. Nah, untuk mendapatkan hasil karya yang menarik, pemilihan warna tidak boleh asal. Biasanya, desainer akan membuat color palette atau sekumpulan warna yang dipadukan, sehingga menghasilkan kombinasi warna yang unik dan menarik. 

8. Membuat portofolio

Bagi seorang desainer grafis, portofolio merupakan senjata untuk membantu mendapatkan proyek baru dari klien. Melalui portofolio lah klien akan menilai kemampuan dan karakter desain yang kamu miliki, apakah memang sudah sesuai dengan kebutuhan mereka. Hasil desain kamu mungkin sudah bagus, tetapi hal tersebut akan percuma jika kamu tidak dapat menyusunnya seefektif mungkin ke dalam portofolio.

9. Ikuti komunitas desain grafis

Kekurangan belajar desain grafis secara otodidak

 adalah sulitnya mendapatkan umpan balik yang memadai atas desain-desain hasil karyamu. Padahal kamu bisa memperbaiki banyak hal melalui umpan balik yang kamu dapatkan. Itulah sebabnya, bergabung dengan suatu komunitas desainer grafis bisa menjadi tempat buatmu mendapatkan umpan balik yang membangun.

10. Buka diri untuk kritik dan saran

Dalam proses belajar desain grafis, kamu wajib membuka diri dan bersiap menerima kritik dan saran. Hal ini mengingat bahwa desain grafis yang baik itu biasanya tergantung selera. 

Cobalah untuk memperlihatkan hasil karyamu ke orang lain dan mintalah feedback dari mereka. Semakin banyak kritik dan saran yang kamu terima, semakin cepat kamu berkembang.

Itu dia informasi mengenai cara belajar desain grafis secara otodidak. Jika kamu ingin belajar mengenai desain grafis, jangan lupa tetap semangat ya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Tablet yang Cocok untuk Mahasiswa Desain Grafis

Rekomendasi tablet yang cocok untuk desain Mahasiswa jurusan desain pastinya membutuhkan perangkat yang dapat meningkatkan kreativitas dan produktivitas mereka. Salah satu perangkat penting dalam dunia desain adalah tablet. Tablet memungkinkan mahasiswa desain untuk menggambar, merancang, dan menyelesaikan proyek-proyek mereka secara efisien di mana pun mereka berada tanpa perlu membawa PC kemana saja. Dengan tablet seorang mahasiswa bisa mengerjakan tugasnya di Cafe atau tempat nyaman lainya. Dalam artikel ini, fend.my.id akan memberikan rekomendasi tablet yang cocok untuk mahasiswa desain, dengan mempertimbangkan kinerja, presidi, kemampuan stylus, dan kebutuhan desain lainnya 1. Apple iPad Pro (2021) Apple iPad pro (2021) Di urutan pertama tentunya ada dari produk Apple. Apple iPad Pro adalah salah satu tablet terbaik yang dapat membantu mahasiswa desain dalam menjalankan aplikasi desain seperti Adobe Creative Cloud, Procreate, atau Affinity Designer. iPad Pro hadir dengan layar Li

Sejarah yang Menginspirasi di Balik Logo Nike "Swoosh"

Logo Nike "Swoosh" adalah salah satu ikon desain grafis yang paling dikenal di seluruh dunia. Tapi tahukah Anda bagaimana sejarah logo ini dimulai dan apa maknanya? Dalam artikel ini, kita akan mengungkap kisah menarik di balik logo Nike "Swoosh" yang menjadi simbol keberhasilan dan inspirasi. Carolyn Davidson Pada tahun 1971, seorang mahasiswa desain grafis bernama Carolyn Davidson dipekerjakan oleh pendiri Nike, Phil Knight. Pada saat itu, Nike masih merupakan perusahaan baru yang bergerak di bidang sepatu olahraga. Phil Knight ingin menciptakan logo yang sederhana dan mudah diingat untuk mereknya yang baru. "Swoosh" Desain 1971 Carolyn Davidson menghabiskan waktu sekitar 17,5 jam untuk menciptakan desain yang akhirnya dikenal sebagai "Swoosh". Desain tersebut terinspirasi oleh gerakan dinamis, kecepatan, dan kebebasan. "Swoosh" yang melengkung dan tegas ini menggambarkan pergerakan yang kuat, seolah-olah merepresentasikan atlet yang

Mengetahui Asal-usul Meme di Internet

Troll face meme Meme di internet punya sejarah tersendiri di dunia, mulai dari gambar hamster berjoget hingga meme-meme berbau politik era kini. Bahkan ada meme tertentu yang dilarang di beberapa negara. Limor Shifman dalam bukunya, ‘Memes in Digital Culture’, menjelaskan ‘meme internet’ sebagai item digital. Namun tidak semua bentuk item digital disebut meme. “Meme internet adalah item-item digital dengan kesamaan karakteristik konten, bentuk, dan/atau pendirian, yang dibuat dengan kesadaran satu sama lain, serta diedarkan, ditiru, dan/atau diubah via internet oleh banyak penggunanya,” tulis Shifman. Meme lekat dengan sifat viral di internet, bisa gambar atau video. Namun, tak semua konten viral adalah meme. Konten viral hanya terdiri dari satu unit item dan diperbanyak, sedangkan meme internet bukan hanya bergantung pada satu unit item, melainkan ada jalinan satu sama lain. Ciri-ciri video meme yang bukan sekadar video viral adalah mengandung humor, simpel, repetitif, dan konyol. Unt