Langsung ke konten utama

Wajib berhati-hati, Ini Tanda Penipuan yang Harus Diwaspadai Para Freelance

Fend.my.id - Sebagai seorang freelancer, penting untuk bisa jeli dalam mengetahui tanda penipuan yang mungkin bisa terjadi.


Wajib berhati-hati, Ini Tanda Penipuan yang Harus Diwaspadai Para Freelance

Walaupun platform-platform freelancer yang terkenal biasanya sudah merancang protokol keamanan dengan baik, namun masih saja ada beberapa klien yang berusaha menipu para freelancer.

Nah, apa saja, sih, tanda penipuan yang harus diperhatikan?

Yuk, simak poin-poin dalam artikel yang sudah admin kumpulkan berikut ini!

1. Meminta komunikasi dengan metode lain 

Biasanya, situs freelance sudah memiliki fitur chat sendiri. 

Tanpa harus menggunakan aplikasi messenger lainnya, para freelancer dan klien yang membutuhkan jasanya dapat berkomunikasi dengan mudah.

Nah, menurut Elegant Themes, salah satu tanda penipuan yang harus diwaspadai di situs freelance adalah jika klien memintamu untuk berkomunikasi lewat cara lain.

Hal itu bisa berupa Skype, WhatsApp, Discord, Facebook Messenger, dan lain-lain.

Penting untuk tetap berkomunikasi lewat platform terpercaya agar semua perbincangan dapat dilacak dan oleh pelayanan konsumen yang bersangkutan.

2. Harus membeli software tertentu

Beberapa modus penipuan terjadi diawali dengan klien meminta pekerja lepas untuk men-download sebuah software khusus. 

Software ini jenisnya bisa bermacam-macam. Biasanya, alasannya adalah karena itu penting untuk mengerjakan proyeknya.

Hal ini merupakan salah satu tanda penipuan yang harus diwaspadai freelancer. Sebab, penipu akan mendapatkan uang dari pembayaran yang harus kamu lakukan untuk men-download software tersebut.

Padahal, biasanya software atau aplikasi tersebut dapat diperoleh secara gratis.

3. Klien baru bergabung

Klien yang baru bergabung tidak selalu berarti ia adalah penipu. Akan tetapi, ini adalah salah satu tanda penipuan freelancer yang perlu diperhatikan.

Sebelum memulai sebuah proyek, kamu harus mengecek profil klien terlebih dahulu untuk melihat informasi, ulasan dari pekerja lain, dan khususnya metode pembayarannya. Jika seluruh informasi telah terverifikasi, biasanya klien bukan penipu. Namun, jika tidak, kamu harus berhati-hati.

Selain itu, jika ia pernah menerima ulasan negatif, kamu perlu berpikir dua kali sebelum menerima tawarannya.

4. Meminta KTP atau dokumen pribadi

Jangan pernah memberikan informasi KTP atau dokumen pribadi lainnya meskipun klien memintanya untuk verifikasi identitas.

Memberikan identitas diri bukanlah hal yang wajib dilakukan oleh para pekerja lepas. Jika klienmu memaksa, lebih baik batalkan proyeknya.

Situs ternama biasanya sudah memiliki peraturan dan tahap-tahap tersendiri untuk mengonfirmasi identitas pengguna untuk mencegah pencucian uang dan penipuan lainnya.

Hal itu mereka penuhi tanpa harus meminta identifikasi sendiri.

5. Menggunakan pembayaran lain

Segala transaksi seharusnya dilakukan lewat situs atau platform freelance yang kamu pilih.

Namun, jika klien memintamu untuk menyetujui pembayaran lewat metode berbeda seperti PayPal, Skrill, atau Bitcoin, hal ini bisa jadi tanda penipuan freelancer.

Hal ini diungkapkan misalnya oleh Comparitech. Kemungkinan, klien mencoba untuk membayar menggunakan kartu kredit curian yang sulit untuk dilacak. Tentu saja, hal ini sangat berisiko.

6. Meminta banyak contoh gratis

Meminta contoh pekerjaan merupakan hal yang lumrah. Akan tetapi, jika ia meminta lebih dari satu atau dua contoh gratis pekerjaanmu, ini merupakan tanda penipuan yang sering terjadi pada freelancer.

Kemungkinan, klien justru hanya ingin mendapatkan karyamu secara gratis dan kabur tanpa membayar.

Nah, itu dia tanda penipuan yang para freelancer harus ketahui.

Catat poin-poin tersebut dan selalu berhati-hati dalam memilih klien kerja lepas, ya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Tablet yang Cocok untuk Mahasiswa Desain Grafis

Rekomendasi tablet yang cocok untuk desain Mahasiswa jurusan desain pastinya membutuhkan perangkat yang dapat meningkatkan kreativitas dan produktivitas mereka. Salah satu perangkat penting dalam dunia desain adalah tablet. Tablet memungkinkan mahasiswa desain untuk menggambar, merancang, dan menyelesaikan proyek-proyek mereka secara efisien di mana pun mereka berada tanpa perlu membawa PC kemana saja. Dengan tablet seorang mahasiswa bisa mengerjakan tugasnya di Cafe atau tempat nyaman lainya. Dalam artikel ini, fend.my.id akan memberikan rekomendasi tablet yang cocok untuk mahasiswa desain, dengan mempertimbangkan kinerja, presidi, kemampuan stylus, dan kebutuhan desain lainnya 1. Apple iPad Pro (2021) Apple iPad pro (2021) Di urutan pertama tentunya ada dari produk Apple. Apple iPad Pro adalah salah satu tablet terbaik yang dapat membantu mahasiswa desain dalam menjalankan aplikasi desain seperti Adobe Creative Cloud, Procreate, atau Affinity Designer. iPad Pro hadir dengan layar Li

Sejarah yang Menginspirasi di Balik Logo Nike "Swoosh"

Logo Nike "Swoosh" adalah salah satu ikon desain grafis yang paling dikenal di seluruh dunia. Tapi tahukah Anda bagaimana sejarah logo ini dimulai dan apa maknanya? Dalam artikel ini, kita akan mengungkap kisah menarik di balik logo Nike "Swoosh" yang menjadi simbol keberhasilan dan inspirasi. Carolyn Davidson Pada tahun 1971, seorang mahasiswa desain grafis bernama Carolyn Davidson dipekerjakan oleh pendiri Nike, Phil Knight. Pada saat itu, Nike masih merupakan perusahaan baru yang bergerak di bidang sepatu olahraga. Phil Knight ingin menciptakan logo yang sederhana dan mudah diingat untuk mereknya yang baru. "Swoosh" Desain 1971 Carolyn Davidson menghabiskan waktu sekitar 17,5 jam untuk menciptakan desain yang akhirnya dikenal sebagai "Swoosh". Desain tersebut terinspirasi oleh gerakan dinamis, kecepatan, dan kebebasan. "Swoosh" yang melengkung dan tegas ini menggambarkan pergerakan yang kuat, seolah-olah merepresentasikan atlet yang

Mengetahui Asal-usul Meme di Internet

Troll face meme Meme di internet punya sejarah tersendiri di dunia, mulai dari gambar hamster berjoget hingga meme-meme berbau politik era kini. Bahkan ada meme tertentu yang dilarang di beberapa negara. Limor Shifman dalam bukunya, ‘Memes in Digital Culture’, menjelaskan ‘meme internet’ sebagai item digital. Namun tidak semua bentuk item digital disebut meme. “Meme internet adalah item-item digital dengan kesamaan karakteristik konten, bentuk, dan/atau pendirian, yang dibuat dengan kesadaran satu sama lain, serta diedarkan, ditiru, dan/atau diubah via internet oleh banyak penggunanya,” tulis Shifman. Meme lekat dengan sifat viral di internet, bisa gambar atau video. Namun, tak semua konten viral adalah meme. Konten viral hanya terdiri dari satu unit item dan diperbanyak, sedangkan meme internet bukan hanya bergantung pada satu unit item, melainkan ada jalinan satu sama lain. Ciri-ciri video meme yang bukan sekadar video viral adalah mengandung humor, simpel, repetitif, dan konyol. Unt