Langsung ke konten utama

Cara Mendapatkan Passive Income bagi Seorang Desain Grafis

Selamat pagi, siang, sore atau malam dimanapun kamu membaca artikel ini. Bertemu lagi disini dengan Fend. Mendapatkan passive income menjadi salah satu tujuan bagi banyak orang, termasuk bagi para desain grafis yang ingin memperoleh penghasilan tambahan secara pasif. 

Cara Mendapatkan Passive Income bagi Seorang Desain Grafis
Cara Mendapatkan Passive Income bagi Seorang Desainer Grafis 


Dalam artikel ini, fend.my.id akan membahas beberapa cara yang dapat dilakukan oleh seorang desain grafis untuk mendapatkan passive income.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan oleh seorang desain grafis untuk mendapatkan passive income, yaitu:

Menjual karya desain grafis secara online

Saat ini banyak platform online yang memungkinkan para desainer grafis untuk menjual karya-karyanya secara online, seperti Shutterstock, Creative Market, dan Envato. 

Kamu dapat membuat desain-desain yang menarik dan menjualnya di platform tersebut untuk mendapatkan penghasilan pasif.

Membuat website atau blog yang berisi konten desain grafis

Kamu dapat membuat website atau blog yang berisi konten desain grafis, seperti tutorial atau artikel tentang desain grafis. Dengan cara ini, Kamu dapat menarik pengunjung ke situs Kamu dan memonetisasinya dengan iklan atau sponsor.

Menawarkan jasa desain grafis

Kamu dapat menawarkan jasa desain grafis secara online atau offline. Dengan cara ini, Kamu dapat menerima pesanan desain dan menghasilkan penghasilan pasif dari hasil karya Kamu.

Mengikuti program afiliasi

Kamu dapat bergabung dengan program afiliasi dari perusahaan desain grafis yang menyediakan produk dan layanan yang berkaitan dengan desain grafis. Dengan cara ini, Kamu akan mendapatkan komisi setiap kali ada orang yang membeli produk atau layanan melalui link afiliasi Kamu.

Membuat aplikasi atau perangkat lunak desain grafis

Jika Kamu memiliki keahlian dalam pemrograman, Kamu dapat membuat aplikasi atau perangkat lunak desain grafis yang dapat digunakan oleh para desainer grafis. Dengan cara ini, Kamu dapat mendapatkan penghasilan pasif dari penjualan aplikasi atau perangkat lunak tersebut.

Membuat dan menjual font

Jika Kamu memiliki keterampilan dalam membuat font, maka ini bisa menjadi cara yang bagus untuk menghasilkan passive income . Kamu dapat membuat font unik dan menjualnya di marketplace seperti MyFonts atau Creative Market. Kamu juga dapat membuat akun di situs web seperti Fontspring atau FontShop untuk menjual font Kamu secara online.

Membuat desain template

Desain template, seperti template undangan, poster, atau brosur, bisa dijual di berbagai platform online, seperti Envato atau Creative Market. Pembeli dapat mengunduh dan memodifikasi template sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan membuat beberapa template yang menarik dan bermanfaat, kamu dapat menghasilkan passive income dari penjualan berulang.

Kesimpulan 

Dari beberapa cara yang telah dijelaskan di atas, seorang desain grafis dapat memilih cara yang paling sesuai dengan keahlian dan minatnya untuk mendapatkan penghasilan pasif. Namun, perlu diingat bahwa mendapatkan passive income membutuhkan usaha dan kerja keras dalam membuat karya yang menarik dan membangun strategi pemasaran yang efektif. Dengan tekad dan konsistensi, potensi passive income bagi seorang desain grafis bisa menjadi kenyataan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Tablet yang Cocok untuk Mahasiswa Desain Grafis

Rekomendasi tablet yang cocok untuk desain Mahasiswa jurusan desain pastinya membutuhkan perangkat yang dapat meningkatkan kreativitas dan produktivitas mereka. Salah satu perangkat penting dalam dunia desain adalah tablet. Tablet memungkinkan mahasiswa desain untuk menggambar, merancang, dan menyelesaikan proyek-proyek mereka secara efisien di mana pun mereka berada tanpa perlu membawa PC kemana saja. Dengan tablet seorang mahasiswa bisa mengerjakan tugasnya di Cafe atau tempat nyaman lainya. Dalam artikel ini, fend.my.id akan memberikan rekomendasi tablet yang cocok untuk mahasiswa desain, dengan mempertimbangkan kinerja, presidi, kemampuan stylus, dan kebutuhan desain lainnya 1. Apple iPad Pro (2021) Apple iPad pro (2021) Di urutan pertama tentunya ada dari produk Apple. Apple iPad Pro adalah salah satu tablet terbaik yang dapat membantu mahasiswa desain dalam menjalankan aplikasi desain seperti Adobe Creative Cloud, Procreate, atau Affinity Designer. iPad Pro hadir dengan layar Li

Sejarah yang Menginspirasi di Balik Logo Nike "Swoosh"

Logo Nike "Swoosh" adalah salah satu ikon desain grafis yang paling dikenal di seluruh dunia. Tapi tahukah Anda bagaimana sejarah logo ini dimulai dan apa maknanya? Dalam artikel ini, kita akan mengungkap kisah menarik di balik logo Nike "Swoosh" yang menjadi simbol keberhasilan dan inspirasi. Carolyn Davidson Pada tahun 1971, seorang mahasiswa desain grafis bernama Carolyn Davidson dipekerjakan oleh pendiri Nike, Phil Knight. Pada saat itu, Nike masih merupakan perusahaan baru yang bergerak di bidang sepatu olahraga. Phil Knight ingin menciptakan logo yang sederhana dan mudah diingat untuk mereknya yang baru. "Swoosh" Desain 1971 Carolyn Davidson menghabiskan waktu sekitar 17,5 jam untuk menciptakan desain yang akhirnya dikenal sebagai "Swoosh". Desain tersebut terinspirasi oleh gerakan dinamis, kecepatan, dan kebebasan. "Swoosh" yang melengkung dan tegas ini menggambarkan pergerakan yang kuat, seolah-olah merepresentasikan atlet yang

Mengetahui Asal-usul Meme di Internet

Troll face meme Meme di internet punya sejarah tersendiri di dunia, mulai dari gambar hamster berjoget hingga meme-meme berbau politik era kini. Bahkan ada meme tertentu yang dilarang di beberapa negara. Limor Shifman dalam bukunya, ‘Memes in Digital Culture’, menjelaskan ‘meme internet’ sebagai item digital. Namun tidak semua bentuk item digital disebut meme. “Meme internet adalah item-item digital dengan kesamaan karakteristik konten, bentuk, dan/atau pendirian, yang dibuat dengan kesadaran satu sama lain, serta diedarkan, ditiru, dan/atau diubah via internet oleh banyak penggunanya,” tulis Shifman. Meme lekat dengan sifat viral di internet, bisa gambar atau video. Namun, tak semua konten viral adalah meme. Konten viral hanya terdiri dari satu unit item dan diperbanyak, sedangkan meme internet bukan hanya bergantung pada satu unit item, melainkan ada jalinan satu sama lain. Ciri-ciri video meme yang bukan sekadar video viral adalah mengandung humor, simpel, repetitif, dan konyol. Unt